Di tengah daya beli masyarakat yang menurun, gelombang PHK, zakat menjadi harapan mustahik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Zakat memberikan solusi atas persoalan sosial mustahik. Kemanfaatan zakat bagi mustahik menjadi prioritas utama dalam rencana kerja organizasi pengelola zakat. Amil zakat memastikan pendistribusian dan pendayagunaan zakat tepat sasaran.
Setiap tahun DSM menyalurkan dana zakat dalam tiga bentuk. Pertama, bantuan langsung atau karitatif. Kedua, penyediaan fasilitas sosial. Ketiga, pengembangan masyarakat atau pemberdayaan ekonomi mustahik. Ketiga bantuan tersebut diberikan berdasarkan prioritas kebutuhan mustahik. Bantuan pengembangan masyarakat menjadi upaya utama untuk mengurangi kemiskinan.
Di tahun 2025 DSM menetapkan setidaknya ada tiga tujuan penyaluran zakat yang menjadi prioritas. Pertama, upaya mewujudkan generasi sehat dan unggul melalui pemberian makanan bergizi sehat. Anak-anak dari keluarga mustahik sulit konsentrasi belajar dan mudah sakit, sehingga kebutuhan gizi menjadi faktor penting untuk mendukung aktivitas pendidikan.
Kedua, DSM berkolaborasi dengan pemerintah dan sektor usaha untuk memfasilitasi kemandirian masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki. DSM menyiapkan sejumlah program unggulan seperti program senyum usaha, madani chicken, madani teknik, madani mart, pemberdayaan ekonomi umat, ternak rakyat, balai pelatihan kewirausahaan, dan agrowsiata. Harapan dari program ini mustahik mampu meningkatkan pendapatan, sehingga dapat menjadi muzaki baru.
Ketiga, pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim. Ancaman bencana alam tidak hanya merugikan secara material, tetapi dapat menghambat program pembangunan masyarakat. Masyarakat dapat menjadi miskin seketika, ketika bencana melanda. Hal ini diperparah adanya perubahan iklim, semakin memicu intensitas kejadian bencana.
Kesadaran terhadap bencana alam di sekitar, semestinya menumbuhkan sikap kesiapsiagaan masyarakat. Ketika bencana belum terjadi, masyarakat cenderung abai. Pengurangan risiko bencana melalui sosialisasi, edukasi, pemetaan risiko bencana, diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana. Minimal mampu menyelamatkan diri sendiri. Demikian halnya dengan adanya perubahan iklim, masyarakat perlu memperhatikan kepedulian pada alam. Konsep pengunaan bahan tahan lama (reuse), pengurangan sampah plastic (reduce), dan daur ulang sampah (recycle) perlu dimasifkan.
