Apakah patriotisme masih mengakar kuat, dari generasi baby boomers hingga Gen Z, dan Gen Alpha. Bagaimana eksistensi nilai patriotisme hari ini. Masihkah patriotisme melekat erat sebagai jati diri masyarakat. Ataukah patriotisme hanya sebatas slogan.
Nilai patriotisme menghadapi tantangan berat. Hampir segala aktivitas dinilai dengan materi. Uang menjadi parameter produktivitas. Orang melakukan sebuah pekerjaan dengan motivasi mendapat penghasilan. Imbal jasa sebetulnya hal yang wajar, dorongan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam jangka panjang, jika hanya berorientasi pada harta, tentu nilai-nilai patirotisme kian luntur, akan menjadi sebatas kata yang gagah diucapkan, tetapi sulit diamalkan. Sejumlah program pembangunan masyarakat, dengan rencana dan pendanaan yang jelas, berujung tidak tepat sasaran, tidak jalan atau mangkrak. Masih ada sekian persoalan lain yang berpotensi mengikis nilai-nilai patriotisme.
Nilai patriotisme pada dasarnya mengajarkan rasa cinta tanah air. Semangat rela berkorban demi kemajuan bangsa. Zakat sebagai bagian dari rukun Islam, sekaligus wujud rasa cinta tanah air. Zakat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Indonesia. Zakat sebagai Solusi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Zakat membuka akses bantuan di masa krisis.
Zakat tidak saja sebagai kewajiban umat Islam, tetapi menjadi kesadaran. Zakat mengeluarkan harta untuk diberikan kepada fakir miskin dan asnaf lain menjadi penguat patriotisme. Seseorang menunaikan zakat dengan penuh kesadaran, pada hakikatnya telah memiliki nilai-nilai pengorbanan. Apalagi diperkuat dengan menunaikan infak, sedekah, dan wakaf.
Jejak patriotisme tidak selalu identik dengan memanggul senjata untuk membela tanah air. Masyarakat Aceh gotong royong memberikan emas untuk membeli pesawat RI pertama, RI-001 Seulawah. Faradj bin Martak mewakafkan rumah Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Dokter Soewandhi, merawat pejuang yang terluka saat pertempuran 10 November meletus di Surabaya. Semoga nilai-nilai patriotisme terus menguat melalui ibadah zakat.
