Oleh. Andy Krisna
79 tahun Indonesia merdeka. Masih menyisakan tugas besar. Perjuangan mengentaskan kemiskinan ekstrem. Menurut Bank Dunia, penduduk miskin ekstrem hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup kurang dari USD 1,9. Nilai ini setara dengan Rp 10.739 per hari atau per orang.
Kemampuan finansial minim. Masyarakat miskin sulit mengakses kebutuhan hidup dasar. Kebutuhan seperti kesehatan, air bersih, sanitasi layak, makanan sehat, pendidikan, dan tempat tinggal jadi harapan. Tiap tahun angka kemiskinan ekstrem mengalami penurunan. Pada bulan Maret 2022, kemiskinan ekstrem mencapai 2,04%, turun menjadi 1,12% di bulan Maret 2023 (BPS). Namun, kemiskinan ekstrem diharapkan mencapai angka 0 persen.
Bagi umat Islam, kontribusi mengatasi kemiskinan ekstrem dapat ditunaikan dengan berzakat. Harta umat Islam yang telah mencapai nisab dan haul wajib dikeluarkan zakat. Zakat sebagai rukun Islam ketiga pada hakikatnya adalah milik masyarakat miskin atau mustahik.
Zakat dikelola untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat miskin ekstrem. Zakat menjadi sumber daya berkelanjutan guna mengatasi kemiskinan ekstrem. Jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masyarkat miskin ekstrem. Utamanya memang bahan pangan. Ketika pangan tercukupi, pendapatan yang minim dapat dialihkan untuk kebutuhan dasar lain. Bantuan diberikan hingga masayarkat mampu berdaya. Di momen kemerdekaan Republik Indonesia, selayaknya pengentasan kemiskinan ektrem jadi komitmen bersama anak bangsa. Inilah saatnya Indonesia merdeka dari kemiskinan ekstrem. Berzakat untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim.
