Merdeka dengan Harta

Mimpi menjadi kaya milik semua orang. Daya upaya dikerahkan untuk mendulang harta. Ikhtiar mengikuti pelatihan bisnis, melahap buku Rich Dad Poor Dad, Think and Grow Rich, dan The Psychology of Money. Wirausaha menjadi pilihan guna membuka jalan menjadi kaya. Sebagian berhasil menjadi ‘crazy’ rich, tetapi sebagian belum beruntung, merugi, bahkan terjebak investasi bodong.

Pengusaha sukses menyampaikan bahwa kaya bukan saja soal modal, tetapi ada faktor karakter, kompetensi, networking, ekosistem, momentum, hingga peran keluarga dan jabatan. Hanya segelintir orang yang menguasai harta dalam jumlah fantastis. Fakta 1 persen orang terkaya memiliki 2/3 kekayaan global telah jamak diketahui.

Islam mendorong umat meraih harta berlimpah. Sosok seperti Utsman ibn ‘Affan, Thalhah ibn ‘Ubaydillah, Az-Zubayr ibn al ‘Awwam, Abdurrahman ibn ‘Awf merupakan sahabat kaya raya yang mendukung perjuangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Islam tidak melarang umatnya yang iri karena melihat harta yang digunakan untuk kebajikan.

“Jangan hasad (iri dengki), kecuali terhadap dua hal. Pertama orang yang dikaruniai harta oleh Allah SWT, lalu dia menggunakannya di jalan kebenaran, dan orang yang dikaruniai hikmah (ilmu) lalu dengannya dia memberi keputusan dan mengajarkannya.” (HR Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud)

Kekayaan memberikan manfaat. Meski demikian, tidak jarang harta menjadi masalah bagi sebagian keluarga. Harta hanya menjadi komoditas flexing di sosial media. Apalagi harta diperoleh dari jalan yang tidak halal dan melanggar hukum. Nasehat Ibnul Qoyyim perlu direnungkan Kembali.

“Ketika harta itu di tanganmu bukan di hatimu, maka dia tidak akan membahayakanmu, walaupun jumlahnya banyak. Dan ketika dia ada di hatimu, maka dia akan membahayakanmu, walaupun engkau tidak memilikinya sedikit pun.”

Bertepatan peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-78, ada penggalan sejarah yang penting untuk dibaca kembali. Selain senjata, fisik, diplomasi, harta menjadi bagian penting dalam usaha meraih kemerdekaan. Indonesia punya pejuang kaya bernama MH Thamrin. Lahir dari keluarga bangsawan. Kiprah tercatat, memperjuangkan kesejahteraan buruh dan rakyat jelata. Namanya telah diabadikan menjadi jalan sekaligus kawasan bisnis di ibu kota Jakarta. Meraih kemerdekaan dengan melepas harta terbaik.

Leave a Reply